HOART

HOART
Andi Ondel

Rabu, 22 April 2015

disk read eror

HOART
Andi Ondel
Memperbaiki "A Disk Read Error Occurred" setelah install ubuntu linux dual boot windows. Beberapa hari yang lalu saya sempat mencoba untuk memasang 2 sistem operasi dalam laptop saya Acer 4739. Sistem operasi yang saya gunakan adalah Windows 7 dan Ubuntu 12.10. Sebelumnya memang Windows sudah terpasang pada laptop, kemudian saya mencoba untuk membuat partisi baru untuk keperluan instalasi Ubuntu. Setelah membuat flashdisk bootable, saya langsung menginstall-nya. Proses instalasi berlangsung beberapa menit, hingga akhirnya selesai. Namun permasalahan muncul ketika saya mencoba untuk masuk ke Windows 7, muncul pesan error "A DISK READ ERROR OCCURED" press Ctrl+Alt+Del to Restart. Setelah saya mencoba merestart, tetap saja muncul pesan tersebut. Lantas hal ini membuat saya bingung, saya pun mencoba untuk masuk ke Ubuntu yang sebelumnya juga telah terinstall, namun kembali hal yang sama terulang laptop tidak dapat masuk ke Ubuntu. Seketika itu saya pun mencoba untuk melakukan install ulang dengan OS Windows, namun ketika akan menginstall partisi, harddisk tidak ditemukan. 


Dalam kondisi "galau" saya meminjam laptop saudara saya untuk bertanya pada master-master lewat google. Banyak sekali hal serupa yang pernah juga terjadi pada user lain, namun permasalahannya pun berbeda-beda. Dari permasalahan harddisk yang BadSector, Kabel yang tidak terpasang dengan baik, hingga kerusakan pada data harddisk tersebut. Kemudian saya mencoba untuk bertanya pada seorang pakar linux mengenai masalah ini. Dari jawaban mereka, dapat disimpulkan bahwa hal ini terjadi karena "OS KONFLIK", artinya proses instalasi linux tidak berjalan dengan baik sehingga menimpa isi dari windows. 
Lalu bagaimana cara memperbaikinya ? Segera saya memutar otak untuk mencari solusi permasalahan ini. Jawaban dari teman-teman google sepertinya berbeda dari permasalahan yang saya alami. Dari pengalaman saya, saya mencoba mengecek Harddisk dengan cara menggunakan Ubuntu Live CD. Dan memang ternyata harddisk masih terbaca. Lalu untuk menjaga data hilang, saya pun mem-backup data penting dalam partisi hdd tersebut.
Sebagai solusinya karena hdd tidak terbaca ketika install ulang di windows, saya mencoba untuk menginstall ubuntu lagi namun kali ini saya memformat semua partisi yang ada dan menginstall-nya. Tetapi, jika memang data di partisi Anda sangat banyak, Anda dapat memformat partisi C:/ tempat dimana System Windows disimpan. Setelah proses installasi selesai, maka kini laptop saya hanya menggunakan Ubuntu. Tidak ada masalah yang terjadi harddisk kembali normal. Kemudian saya melakukan install ulang lagi dengan menggunakan Windows 8 dan menghapus Ubuntu tadi, kali ini harddisk terbaca seperti biasanya. Dan proses instalasi berjalan dengan baik.
Karena masih penasaran, saya pun mencoba untuk menginstall Ubuntu [lagi] setelah sebelumnya menginstall Windows 8. Belajar dari kesalahan, saya tidak ingin kesalahan tersebut terulang kembali. Saya mencari banyak referensi untuk membuat Dual Boot Windows 8 dan Ubuntu. Setelah install Ubuntu, saya mencoba untuk masuk ke Windows 8. Namun ternyata memang masih ada kesalahan, muncul pesan Error yang isinya Windows harus di Repair. Saya pun mencoba me-repair Windows 8, tetapi tetap tidak bisa. Hingga akhirnya rasa penasaran saya berubah menjadi rasa jengkel, dan akhirnya saya harus menginstall ulang Windows 8 lagi.
Saya pun tidak begitu mengerti mengapa setelah install Ubuntu, Windows selalu Error. Setelah searching pun banyak hal serupa yang terjadi. Bahkan teman-teman saya yang mencobanya pun selalu gagal. Sebelumnya 5 orang teman saya mencoba hal yang sama, dan juga mengalami permasalahan yang sama.
Sebagai pengganti rasa penasaran saya terhadap Linux, saya pun memutuskan untuk menginstall Ubuntu secara Virtual saja, dengan memasang OS di dalam OS. Seperti dengan menggunakan VWWare Workstation.
Nah, mungkin seperti itulah pengalaman yang pernah saya alami. Mungkin solusi yang saya coba tuliskan bisa dicoba untuk mengembalikan sistem operasi Anda.
Semoga Bermanfaat  :)
Anda pernah mendapatkan pesan error ‘A Disk Read Error Occured’? Selamat, Anda baru saja masuk dalam daftar panjang pengguna Windows yang dirugikan oleh Microsoft. Maaf, bukan maksud saya mengolok-olok Anda karena ini tidak ada kaitannya samasekali dengan apa yang telah Anda lakukan. Diskusi panjang dalam forum membuktikan bahwa sudah sekian banyak orang yang mengadukan permasalahan ini sejak awal 2004 dan telah banyak vendor hardware yang melakukan pembuktian bahwa ini bukan sebab dari kesalahan fisik hardware, tapi murni karena kesalahan sistem. Ironisnya, Microsoft sama sekali tidak memberikan petunjuk apapun. Jadi tenang saja, permasalahan ini tidak ada kaitannya samasekali dengan perubahan hardware yang Anda lakukan. Anda tidak perlu membeli harddisk atau hardware lain! Tak ada yang salah dengan PC Anda. Lalu bagaimana ini bisa terjadi? Silakan simak ulasan lengkapnya berikut ini… Pengalaman yang menyebalkan Seorang pengguna komputer yang suka ngoprek mengaku pernah mengalami permasalahan dengan pesan error di atas. Cerita ini berawal ketika dia bepergian dengan membawa laptop kesayangannya. Tiba-tiba muncul pesan “A Disk Read Error Occured. Press CTRL+ALT+DEL to restart”.. Dia termasuk beruntung karena sudah terbiasa membuat backup image instalasi Windowsnya sehingga dengan mudah instalasi Windows dapat dikembalikan ke kondisi normal. Sesampainya di tujuan ternyata pesan error tersebut muncul kembali. Paling-paling kalo beruntung Windows hanya bertahan beberapa saat hingga laptop di-reset. Begitu terus hingga dia hampir putus asa dan membeli harddisk baru. Dia sudah mencoba banyak hal mulai dari me-reset BIOS, mengganti kabel, bahkan mencoba ganti harddisk! Beberapa forum juga menyarankan untuk memakai Recovery Console windows untuk melakukan Fixmbr, Fixboot, ataupun Scandisk /r. Tak satupun berhasil. Dari berbagai pengalaman korban, dapat diambil hipotesa sebagai berikut: Kata kuncinya adalah 137GB Windows mengakses harddisk dengan mode akses 48bit. Dengan mode ini Windows bisa membaca partisi aktif maksimal 137GB (dari SP2 ke bawah). Ketika harddisk laptop diupgrade dari paket asli 80GB menjadi 160GB dan akhirnya 250GB. Harddisk 250GB ini dipartisi menjadi dua bagian, 80GB untuk sistem dan sisanya kurang lebih 170GB digunakan sebagai partisi Data. Dugaan sementara kesalahan akan muncul ketika proses recovery selesai, Windows berusaha menuliskan data pada sektor terakhir partisi diatas 137GB. Sama halnya jika pada posisi tersebut Anda menyimpan data Anda. Windows akan memunculkan pesan error setelah shutdown dan data tersebut sudah tertulis di sana. Sampai disini tak ada perbaikan MBRapapun yang bisa mengatasi. Alternatif Solusi Menurut informasi, Windows juga akan mengalami masalah jika partisi utama/partisi booting berukuran lebih dari 137GB karena Windows akan menuliskan suatu data khusus di akhir partisi tersebut. Oleh karena itu, selama Anda tidak menuliskan data apapun pada lokasi yang sama, Windows akan berjalan normal. Namun jika Anda menuliskan data apapun di sana, Windows akan bertingkah aneh dan tidak mau booting, apapun yang Anda upayakan. Untuk mengatasinya ada beberapa cara sebagai berikut: Cara #1 Hapus sebagian data pada partisi Anda yang berukuran >=137GB kemudian perkecil partisi tersebut menjadi kurang dari 137GB. Maka secara ajaib Windows akan berjalan normal. Jika masih belum berhasil, gunakan perintah Fixboot, Fixmbr dengan Recovery Console. Alternatif lainnya, timpa MBR atau perbaiki partisi dengan program partisi independen Cara #2 Download Easeus Partition Manager (8,81MB) [Alternatif] Copot harddisk Anda dari PC yang sedang terkena musibah dan pasang di PC lain yang sehat dengan konektor USB atau pasang di rak harddisk dengan posisi sebagai Slave. Pastikan Anda memilih “Check the disk for errors”, BUKAN untuk melakukan recovery bad sector. Langkah ini akan memastikan file sistem Anda lengkap dan bekerja dengan baik. Jika partisi Anda dibaca sebagai RAW, Easeus akan memperbaiki partisi serta file system dan mengembalikan pengaturannya ke posisi semula. Program ini juga membantu memperbaiki gejala kesalahan proses booting dan restart yang tidak prosedural. Semoga bermanfaat

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Anda pernah mendapatkan pesan error ‘A Disk Read Error Occured’? Selamat, Anda baru saja masuk dalam daftar panjang pengguna Windows yang dirugikan oleh Microsoft. Maaf, bukan maksud saya mengolok-olok Anda karena ini tidak ada kaitannya samasekali dengan apa yang telah Anda lakukan. Diskusi panjang dalam forum membuktikan bahwa sudah sekian banyak orang yang mengadukan permasalahan ini sejak awal 2004 dan telah banyak vendor hardware yang melakukan pembuktian bahwa ini bukan sebab dari kesalahan fisik hardware, tapi murni karena kesalahan sistem. Ironisnya, Microsoft sama sekali tidak memberikan petunjuk apapun. Jadi tenang saja, permasalahan ini tidak ada kaitannya samasekali dengan perubahan hardware yang Anda lakukan. Anda tidak perlu membeli harddisk atau hardware lain! Tak ada yang salah dengan PC Anda. Lalu bagaimana ini bisa terjadi? Silakan simak ulasan lengkapnya berikut ini… Pengalaman yang menyebalkan Seorang pengguna komputer yang suka ngoprek mengaku pernah mengalami permasalahan dengan pesan error di atas. Cerita ini berawal ketika dia bepergian dengan membawa laptop kesayangannya. Tiba-tiba muncul pesan “A Disk Read Error Occured. Press CTRL+ALT+DEL to restart”.. Dia termasuk beruntung karena sudah terbiasa membuat backup image instalasi Windowsnya sehingga dengan mudah instalasi Windows dapat dikembalikan ke kondisi normal. Sesampainya di tujuan ternyata pesan error tersebut muncul kembali. Paling-paling kalo beruntung Windows hanya bertahan beberapa saat hingga laptop di-reset. Begitu terus hingga dia hampir putus asa dan membeli harddisk baru. Dia sudah mencoba banyak hal mulai dari me-reset BIOS, mengganti kabel, bahkan mencoba ganti harddisk! Beberapa forum juga menyarankan untuk memakai Recovery Console windows untuk melakukan Fixmbr, Fixboot, ataupun Scandisk /r. Tak satupun berhasil. Dari berbagai pengalaman korban, dapat diambil hipotesa sebagai berikut: Kata kuncinya adalah 137GB Windows mengakses harddisk dengan mode akses 48bit. Dengan mode ini Windows bisa membaca partisi aktif maksimal 137GB (dari SP2 ke bawah). Ketika harddisk laptop diupgrade dari paket asli 80GB menjadi 160GB dan akhirnya 250GB. Harddisk 250GB ini dipartisi menjadi dua bagian, 80GB untuk sistem dan sisanya kurang lebih 170GB digunakan sebagai partisi Data. Dugaan sementara kesalahan akan muncul ketika proses recovery selesai, Windows berusaha menuliskan data pada sektor terakhir partisi diatas 137GB. Sama halnya jika pada posisi tersebut Anda menyimpan data Anda. Windows akan memunculkan pesan error setelah shutdown dan data tersebut sudah tertulis di sana. Sampai disini tak ada perbaikan MBRapapun yang bisa mengatasi. Alternatif Solusi Menurut informasi, Windows juga akan mengalami masalah jika partisi utama/partisi booting berukuran lebih dari 137GB karena Windows akan menuliskan suatu data khusus di akhir partisi tersebut. Oleh karena itu, selama Anda tidak menuliskan data apapun pada lokasi yang sama, Windows akan berjalan normal. Namun jika Anda menuliskan data apapun di sana, Windows akan bertingkah aneh dan tidak mau booting, apapun yang Anda upayakan. Untuk mengatasinya ada beberapa cara sebagai berikut: Cara #1 Hapus sebagian data pada partisi Anda yang berukuran >=137GB kemudian perkecil partisi tersebut menjadi kurang dari 137GB. Maka secara ajaib Windows akan berjalan normal. Jika masih belum berhasil, gunakan perintah Fixboot, Fixmbr dengan Recovery Console. Alternatif lainnya, timpa MBR atau perbaiki partisi dengan program partisi independen Cara #2 Download Easeus Partition Manager (8,81MB) [Alternatif] Copot harddisk Anda dari PC yang sedang terkena musibah dan pasang di PC lain yang sehat dengan konektor USB atau pasang di rak harddisk dengan posisi sebagai Slave. Pastikan Anda memilih “Check the disk for errors”, BUKAN untuk melakukan recovery bad sector. Langkah ini akan memastikan file sistem Anda lengkap dan bekerja dengan baik. Jika partisi Anda dibaca sebagai RAW, Easeus akan memperbaiki partisi serta file system dan mengembalikan pengaturannya ke posisi semula. Program ini juga membantu memperbaiki gejala kesalahan proses booting dan restart yang tidak prosedural. Semoga bermanfaat

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Anda pernah mendapatkan pesan error ‘A Disk Read Error Occured’? Selamat, Anda baru saja masuk dalam daftar panjang pengguna Windows yang dirugikan oleh Microsoft. Maaf, bukan maksud saya mengolok-olok Anda karena ini tidak ada kaitannya samasekali dengan apa yang telah Anda lakukan. Diskusi panjang dalam forum membuktikan bahwa sudah sekian banyak orang yang mengadukan permasalahan ini sejak awal 2004 dan telah banyak vendor hardware yang melakukan pembuktian bahwa ini bukan sebab dari kesalahan fisik hardware, tapi murni karena kesalahan sistem. Ironisnya, Microsoft sama sekali tidak memberikan petunjuk apapun. Jadi tenang saja, permasalahan ini tidak ada kaitannya samasekali dengan perubahan hardware yang Anda lakukan. Anda tidak perlu membeli harddisk atau hardware lain! Tak ada yang salah dengan PC Anda. Lalu bagaimana ini bisa terjadi? Silakan simak ulasan lengkapnya berikut ini… Pengalaman yang menyebalkan Seorang pengguna komputer yang suka ngoprek mengaku pernah mengalami permasalahan dengan pesan error di atas. Cerita ini berawal ketika dia bepergian dengan membawa laptop kesayangannya. Tiba-tiba muncul pesan “A Disk Read Error Occured. Press CTRL+ALT+DEL to restart”.. Dia termasuk beruntung karena sudah terbiasa membuat backup image instalasi Windowsnya sehingga dengan mudah instalasi Windows dapat dikembalikan ke kondisi normal. Sesampainya di tujuan ternyata pesan error tersebut muncul kembali. Paling-paling kalo beruntung Windows hanya bertahan beberapa saat hingga laptop di-reset. Begitu terus hingga dia hampir putus asa dan membeli harddisk baru. Dia sudah mencoba banyak hal mulai dari me-reset BIOS, mengganti kabel, bahkan mencoba ganti harddisk! Beberapa forum juga menyarankan untuk memakai Recovery Console windows untuk melakukan Fixmbr, Fixboot, ataupun Scandisk /r. Tak satupun berhasil. Dari berbagai pengalaman korban, dapat diambil hipotesa sebagai berikut: Kata kuncinya adalah 137GB Windows mengakses harddisk dengan mode akses 48bit. Dengan mode ini Windows bisa membaca partisi aktif maksimal 137GB (dari SP2 ke bawah). Ketika harddisk laptop diupgrade dari paket asli 80GB menjadi 160GB dan akhirnya 250GB. Harddisk 250GB ini dipartisi menjadi dua bagian, 80GB untuk sistem dan sisanya kurang lebih 170GB digunakan sebagai partisi Data. Dugaan sementara kesalahan akan muncul ketika proses recovery selesai, Windows berusaha menuliskan data pada sektor terakhir partisi diatas 137GB. Sama halnya jika pada posisi tersebut Anda menyimpan data Anda. Windows akan memunculkan pesan error setelah shutdown dan data tersebut sudah tertulis di sana. Sampai disini tak ada perbaikan MBRapapun yang bisa mengatasi. Alternatif Solusi Menurut informasi, Windows juga akan mengalami masalah jika partisi utama/partisi booting berukuran lebih dari 137GB karena Windows akan menuliskan suatu data khusus di akhir partisi tersebut. Oleh karena itu, selama Anda tidak menuliskan data apapun pada lokasi yang sama, Windows akan berjalan normal. Namun jika Anda menuliskan data apapun di sana, Windows akan bertingkah aneh dan tidak mau booting, apapun yang Anda upayakan. Untuk mengatasinya ada beberapa cara sebagai berikut: Cara #1 Hapus sebagian data pada partisi Anda yang berukuran >=137GB kemudian perkecil partisi tersebut menjadi kurang dari 137GB. Maka secara ajaib Windows akan berjalan normal. Jika masih belum berhasil, gunakan perintah Fixboot, Fixmbr dengan Recovery Console. Alternatif lainnya, timpa MBR atau perbaiki partisi dengan program partisi independen Cara #2 Download Easeus Partition Manager (8,81MB) [Alternatif] Copot harddisk Anda dari PC yang sedang terkena musibah dan pasang di PC lain yang sehat dengan konektor USB atau pasang di rak harddisk dengan posisi sebagai Slave. Pastikan Anda memilih “Check the disk for errors”, BUKAN untuk melakukan recovery bad sector. Langkah ini akan memastikan file sistem Anda lengkap dan bekerja dengan baik. Jika partisi Anda dibaca sebagai RAW, Easeus akan memperbaiki partisi serta file system dan mengembalikan pengaturannya ke posisi semula. Program ini juga membantu memperbaiki gejala kesalahan proses booting dan restart yang tidak prosedural. Semoga bermanfaat

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar