Memperbaiki "A Disk Read Error Occurred" setelah install ubuntu linux dual boot windows.
Beberapa hari yang lalu saya sempat mencoba untuk memasang 2 sistem
operasi dalam laptop saya Acer 4739. Sistem operasi yang saya gunakan
adalah Windows 7 dan Ubuntu 12.10. Sebelumnya memang Windows sudah
terpasang pada laptop, kemudian saya mencoba untuk membuat partisi baru
untuk keperluan instalasi Ubuntu. Setelah membuat flashdisk bootable,
saya langsung menginstall-nya. Proses instalasi berlangsung beberapa
menit, hingga akhirnya selesai. Namun permasalahan muncul ketika saya
mencoba untuk masuk ke Windows 7, muncul pesan error "A DISK READ ERROR
OCCURED" press Ctrl+Alt+Del to Restart. Setelah saya mencoba merestart,
tetap saja muncul pesan tersebut. Lantas hal ini membuat saya bingung,
saya pun mencoba untuk masuk ke Ubuntu yang sebelumnya juga telah
terinstall, namun kembali hal yang sama terulang laptop tidak dapat
masuk ke Ubuntu. Seketika itu saya pun mencoba untuk melakukan install
ulang dengan OS Windows, namun ketika akan menginstall partisi, harddisk
tidak ditemukan.
Dalam kondisi "galau" saya meminjam laptop saudara saya untuk bertanya
pada master-master lewat google. Banyak sekali hal serupa yang pernah
juga terjadi pada user lain, namun permasalahannya pun berbeda-beda.
Dari permasalahan harddisk yang BadSector, Kabel yang tidak terpasang
dengan baik, hingga kerusakan pada data harddisk tersebut. Kemudian saya
mencoba untuk bertanya pada seorang pakar linux mengenai masalah ini.
Dari jawaban mereka, dapat disimpulkan bahwa hal ini terjadi karena "OS
KONFLIK", artinya proses instalasi linux tidak berjalan dengan baik
sehingga menimpa isi dari windows.
Lalu bagaimana cara memperbaikinya ? Segera saya memutar otak untuk
mencari solusi permasalahan ini. Jawaban dari teman-teman google
sepertinya berbeda dari permasalahan yang saya alami. Dari pengalaman
saya, saya mencoba mengecek Harddisk dengan cara menggunakan Ubuntu Live
CD. Dan memang ternyata harddisk masih terbaca. Lalu untuk menjaga data
hilang, saya pun mem-backup data penting dalam partisi hdd tersebut.
Sebagai solusinya karena hdd tidak terbaca ketika install ulang di
windows, saya mencoba untuk menginstall ubuntu lagi namun kali ini saya
memformat semua partisi yang ada dan menginstall-nya. Tetapi, jika
memang data di partisi Anda sangat banyak, Anda dapat memformat partisi
C:/ tempat dimana System Windows disimpan. Setelah proses installasi
selesai, maka kini laptop saya hanya menggunakan Ubuntu. Tidak ada
masalah yang terjadi harddisk kembali normal. Kemudian saya melakukan
install ulang lagi dengan menggunakan Windows 8 dan menghapus Ubuntu
tadi, kali ini harddisk terbaca seperti biasanya. Dan proses instalasi
berjalan dengan baik.
Karena masih penasaran, saya pun mencoba untuk menginstall Ubuntu [lagi]
setelah sebelumnya menginstall Windows 8. Belajar dari kesalahan, saya
tidak ingin kesalahan tersebut terulang kembali. Saya mencari banyak
referensi untuk membuat Dual Boot Windows 8 dan Ubuntu. Setelah install
Ubuntu, saya mencoba untuk masuk ke Windows 8. Namun ternyata memang
masih ada kesalahan, muncul pesan Error yang isinya Windows harus di
Repair. Saya pun mencoba me-repair Windows 8, tetapi tetap tidak bisa.
Hingga akhirnya rasa penasaran saya berubah menjadi rasa jengkel, dan
akhirnya saya harus menginstall ulang Windows 8 lagi.
Saya pun tidak begitu mengerti mengapa setelah install Ubuntu, Windows
selalu Error. Setelah searching pun banyak hal serupa yang terjadi.
Bahkan teman-teman saya yang mencobanya pun selalu gagal. Sebelumnya 5
orang teman saya mencoba hal yang sama, dan juga mengalami permasalahan
yang sama.
Sebagai pengganti rasa penasaran saya terhadap Linux, saya pun
memutuskan untuk menginstall Ubuntu secara Virtual saja, dengan memasang
OS di dalam OS. Seperti dengan menggunakan VWWare Workstation.
Nah, mungkin seperti itulah pengalaman yang pernah saya alami. Mungkin
solusi yang saya coba tuliskan bisa dicoba untuk mengembalikan sistem
operasi Anda.
Semoga Bermanfaat :)
Anda pernah mendapatkan
pesan error ‘A Disk Read Error Occured’? Selamat, Anda baru saja masuk
dalam daftar panjang pengguna Windows yang dirugikan oleh Microsoft.
Maaf, bukan maksud saya mengolok-olok Anda karena ini tidak ada
kaitannya samasekali dengan apa yang telah Anda lakukan. Diskusi panjang
dalam forum membuktikan bahwa sudah sekian banyak orang yang mengadukan
permasalahan ini sejak awal 2004 dan telah banyak vendor hardware yang
melakukan pembuktian bahwa ini bukan sebab dari kesalahan fisik
hardware, tapi murni karena kesalahan sistem. Ironisnya, Microsoft sama
sekali tidak memberikan petunjuk apapun.
Jadi tenang saja, permasalahan ini tidak ada kaitannya samasekali dengan
perubahan hardware yang Anda lakukan. Anda tidak perlu membeli harddisk
atau hardware lain! Tak ada yang salah dengan PC Anda. Lalu bagaimana
ini bisa terjadi? Silakan simak ulasan lengkapnya berikut ini…
Pengalaman yang menyebalkan
Seorang pengguna komputer yang suka ngoprek mengaku pernah mengalami
permasalahan dengan pesan error di atas. Cerita ini berawal ketika dia
bepergian dengan membawa laptop kesayangannya. Tiba-tiba muncul pesan “A
Disk Read Error Occured. Press CTRL+ALT+DEL to restart”..
Dia termasuk beruntung karena sudah terbiasa membuat backup image
instalasi Windowsnya sehingga dengan mudah instalasi Windows dapat
dikembalikan ke kondisi normal. Sesampainya di tujuan ternyata pesan
error tersebut muncul kembali. Paling-paling kalo beruntung Windows
hanya bertahan beberapa saat hingga laptop di-reset. Begitu terus hingga
dia hampir putus asa dan membeli harddisk baru. Dia sudah mencoba
banyak hal mulai dari me-reset BIOS, mengganti kabel, bahkan mencoba
ganti harddisk! Beberapa forum juga menyarankan untuk memakai Recovery
Console windows untuk melakukan Fixmbr, Fixboot, ataupun Scandisk /r.
Tak satupun berhasil.
Dari berbagai pengalaman korban, dapat diambil hipotesa sebagai berikut:
Kata kuncinya adalah 137GB
Windows mengakses harddisk dengan mode akses 48bit. Dengan mode ini
Windows bisa membaca partisi aktif maksimal 137GB (dari SP2 ke bawah).
Ketika harddisk laptop diupgrade dari paket asli 80GB menjadi 160GB dan
akhirnya 250GB. Harddisk 250GB ini dipartisi menjadi dua bagian, 80GB
untuk sistem dan sisanya kurang lebih 170GB digunakan sebagai partisi
Data. Dugaan sementara kesalahan akan muncul ketika proses recovery
selesai, Windows berusaha menuliskan data pada sektor terakhir partisi
diatas 137GB. Sama halnya jika pada posisi tersebut Anda menyimpan data
Anda. Windows akan memunculkan pesan error setelah shutdown dan data
tersebut sudah tertulis di sana. Sampai disini tak ada perbaikan
MBRapapun yang bisa mengatasi.
Alternatif Solusi
Menurut informasi, Windows juga akan mengalami masalah jika partisi
utama/partisi booting berukuran lebih dari 137GB karena Windows akan
menuliskan suatu data khusus di akhir partisi tersebut. Oleh karena itu,
selama Anda tidak menuliskan data apapun pada lokasi yang sama, Windows
akan berjalan normal. Namun jika Anda menuliskan data apapun di sana,
Windows akan bertingkah aneh dan tidak mau booting, apapun yang Anda
upayakan. Untuk mengatasinya ada beberapa cara sebagai berikut:
Cara #1
Hapus sebagian data pada partisi Anda yang berukuran >=137GB
kemudian perkecil partisi tersebut menjadi kurang dari 137GB. Maka
secara ajaib Windows akan berjalan normal.
Jika masih belum berhasil, gunakan perintah Fixboot, Fixmbr dengan
Recovery Console.
Alternatif lainnya, timpa MBR atau perbaiki partisi dengan program
partisi independen
Cara #2
Download Easeus Partition Manager (8,81MB) [Alternatif]
Copot harddisk Anda dari PC yang sedang terkena musibah dan pasang
di PC lain yang sehat dengan konektor USB atau pasang di rak harddisk
dengan posisi sebagai Slave.
Pastikan Anda memilih “Check the disk for errors”, BUKAN untuk
melakukan recovery bad sector. Langkah ini akan memastikan file sistem
Anda lengkap dan bekerja dengan baik. Jika partisi Anda dibaca sebagai
RAW, Easeus akan memperbaiki partisi serta file system dan mengembalikan
pengaturannya ke posisi semula. Program ini juga membantu memperbaiki
gejala kesalahan proses booting dan restart yang tidak prosedural.
Semoga bermanfaat
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Anda pernah mendapatkan
pesan error ‘A Disk Read Error Occured’? Selamat, Anda baru saja masuk
dalam daftar panjang pengguna Windows yang dirugikan oleh Microsoft.
Maaf, bukan maksud saya mengolok-olok Anda karena ini tidak ada
kaitannya samasekali dengan apa yang telah Anda lakukan. Diskusi panjang
dalam forum membuktikan bahwa sudah sekian banyak orang yang mengadukan
permasalahan ini sejak awal 2004 dan telah banyak vendor hardware yang
melakukan pembuktian bahwa ini bukan sebab dari kesalahan fisik
hardware, tapi murni karena kesalahan sistem. Ironisnya, Microsoft sama
sekali tidak memberikan petunjuk apapun.
Jadi tenang saja, permasalahan ini tidak ada kaitannya samasekali dengan
perubahan hardware yang Anda lakukan. Anda tidak perlu membeli harddisk
atau hardware lain! Tak ada yang salah dengan PC Anda. Lalu bagaimana
ini bisa terjadi? Silakan simak ulasan lengkapnya berikut ini…
Pengalaman yang menyebalkan
Seorang pengguna komputer yang suka ngoprek mengaku pernah mengalami
permasalahan dengan pesan error di atas. Cerita ini berawal ketika dia
bepergian dengan membawa laptop kesayangannya. Tiba-tiba muncul pesan “A
Disk Read Error Occured. Press CTRL+ALT+DEL to restart”..
Dia termasuk beruntung karena sudah terbiasa membuat backup image
instalasi Windowsnya sehingga dengan mudah instalasi Windows dapat
dikembalikan ke kondisi normal. Sesampainya di tujuan ternyata pesan
error tersebut muncul kembali. Paling-paling kalo beruntung Windows
hanya bertahan beberapa saat hingga laptop di-reset. Begitu terus hingga
dia hampir putus asa dan membeli harddisk baru. Dia sudah mencoba
banyak hal mulai dari me-reset BIOS, mengganti kabel, bahkan mencoba
ganti harddisk! Beberapa forum juga menyarankan untuk memakai Recovery
Console windows untuk melakukan Fixmbr, Fixboot, ataupun Scandisk /r.
Tak satupun berhasil.
Dari berbagai pengalaman korban, dapat diambil hipotesa sebagai berikut:
Kata kuncinya adalah 137GB
Windows mengakses harddisk dengan mode akses 48bit. Dengan mode ini
Windows bisa membaca partisi aktif maksimal 137GB (dari SP2 ke bawah).
Ketika harddisk laptop diupgrade dari paket asli 80GB menjadi 160GB dan
akhirnya 250GB. Harddisk 250GB ini dipartisi menjadi dua bagian, 80GB
untuk sistem dan sisanya kurang lebih 170GB digunakan sebagai partisi
Data. Dugaan sementara kesalahan akan muncul ketika proses recovery
selesai, Windows berusaha menuliskan data pada sektor terakhir partisi
diatas 137GB. Sama halnya jika pada posisi tersebut Anda menyimpan data
Anda. Windows akan memunculkan pesan error setelah shutdown dan data
tersebut sudah tertulis di sana. Sampai disini tak ada perbaikan
MBRapapun yang bisa mengatasi.
Alternatif Solusi
Menurut informasi, Windows juga akan mengalami masalah jika partisi
utama/partisi booting berukuran lebih dari 137GB karena Windows akan
menuliskan suatu data khusus di akhir partisi tersebut. Oleh karena itu,
selama Anda tidak menuliskan data apapun pada lokasi yang sama, Windows
akan berjalan normal. Namun jika Anda menuliskan data apapun di sana,
Windows akan bertingkah aneh dan tidak mau booting, apapun yang Anda
upayakan. Untuk mengatasinya ada beberapa cara sebagai berikut:
Cara #1
Hapus sebagian data pada partisi Anda yang berukuran >=137GB
kemudian perkecil partisi tersebut menjadi kurang dari 137GB. Maka
secara ajaib Windows akan berjalan normal.
Jika masih belum berhasil, gunakan perintah Fixboot, Fixmbr dengan
Recovery Console.
Alternatif lainnya, timpa MBR atau perbaiki partisi dengan program
partisi independen
Cara #2
Download Easeus Partition Manager (8,81MB) [Alternatif]
Copot harddisk Anda dari PC yang sedang terkena musibah dan pasang
di PC lain yang sehat dengan konektor USB atau pasang di rak harddisk
dengan posisi sebagai Slave.
Pastikan Anda memilih “Check the disk for errors”, BUKAN untuk
melakukan recovery bad sector. Langkah ini akan memastikan file sistem
Anda lengkap dan bekerja dengan baik. Jika partisi Anda dibaca sebagai
RAW, Easeus akan memperbaiki partisi serta file system dan mengembalikan
pengaturannya ke posisi semula. Program ini juga membantu memperbaiki
gejala kesalahan proses booting dan restart yang tidak prosedural.
Semoga bermanfaat
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Anda pernah mendapatkan
pesan error ‘A Disk Read Error Occured’? Selamat, Anda baru saja masuk
dalam daftar panjang pengguna Windows yang dirugikan oleh Microsoft.
Maaf, bukan maksud saya mengolok-olok Anda karena ini tidak ada
kaitannya samasekali dengan apa yang telah Anda lakukan. Diskusi panjang
dalam forum membuktikan bahwa sudah sekian banyak orang yang mengadukan
permasalahan ini sejak awal 2004 dan telah banyak vendor hardware yang
melakukan pembuktian bahwa ini bukan sebab dari kesalahan fisik
hardware, tapi murni karena kesalahan sistem. Ironisnya, Microsoft sama
sekali tidak memberikan petunjuk apapun.
Jadi tenang saja, permasalahan ini tidak ada kaitannya samasekali dengan
perubahan hardware yang Anda lakukan. Anda tidak perlu membeli harddisk
atau hardware lain! Tak ada yang salah dengan PC Anda. Lalu bagaimana
ini bisa terjadi? Silakan simak ulasan lengkapnya berikut ini…
Pengalaman yang menyebalkan
Seorang pengguna komputer yang suka ngoprek mengaku pernah mengalami
permasalahan dengan pesan error di atas. Cerita ini berawal ketika dia
bepergian dengan membawa laptop kesayangannya. Tiba-tiba muncul pesan “A
Disk Read Error Occured. Press CTRL+ALT+DEL to restart”..
Dia termasuk beruntung karena sudah terbiasa membuat backup image
instalasi Windowsnya sehingga dengan mudah instalasi Windows dapat
dikembalikan ke kondisi normal. Sesampainya di tujuan ternyata pesan
error tersebut muncul kembali. Paling-paling kalo beruntung Windows
hanya bertahan beberapa saat hingga laptop di-reset. Begitu terus hingga
dia hampir putus asa dan membeli harddisk baru. Dia sudah mencoba
banyak hal mulai dari me-reset BIOS, mengganti kabel, bahkan mencoba
ganti harddisk! Beberapa forum juga menyarankan untuk memakai Recovery
Console windows untuk melakukan Fixmbr, Fixboot, ataupun Scandisk /r.
Tak satupun berhasil.
Dari berbagai pengalaman korban, dapat diambil hipotesa sebagai berikut:
Kata kuncinya adalah 137GB
Windows mengakses harddisk dengan mode akses 48bit. Dengan mode ini
Windows bisa membaca partisi aktif maksimal 137GB (dari SP2 ke bawah).
Ketika harddisk laptop diupgrade dari paket asli 80GB menjadi 160GB dan
akhirnya 250GB. Harddisk 250GB ini dipartisi menjadi dua bagian, 80GB
untuk sistem dan sisanya kurang lebih 170GB digunakan sebagai partisi
Data. Dugaan sementara kesalahan akan muncul ketika proses recovery
selesai, Windows berusaha menuliskan data pada sektor terakhir partisi
diatas 137GB. Sama halnya jika pada posisi tersebut Anda menyimpan data
Anda. Windows akan memunculkan pesan error setelah shutdown dan data
tersebut sudah tertulis di sana. Sampai disini tak ada perbaikan
MBRapapun yang bisa mengatasi.
Alternatif Solusi
Menurut informasi, Windows juga akan mengalami masalah jika partisi
utama/partisi booting berukuran lebih dari 137GB karena Windows akan
menuliskan suatu data khusus di akhir partisi tersebut. Oleh karena itu,
selama Anda tidak menuliskan data apapun pada lokasi yang sama, Windows
akan berjalan normal. Namun jika Anda menuliskan data apapun di sana,
Windows akan bertingkah aneh dan tidak mau booting, apapun yang Anda
upayakan. Untuk mengatasinya ada beberapa cara sebagai berikut:
Cara #1
Hapus sebagian data pada partisi Anda yang berukuran >=137GB
kemudian perkecil partisi tersebut menjadi kurang dari 137GB. Maka
secara ajaib Windows akan berjalan normal.
Jika masih belum berhasil, gunakan perintah Fixboot, Fixmbr dengan
Recovery Console.
Alternatif lainnya, timpa MBR atau perbaiki partisi dengan program
partisi independen
Cara #2
Download Easeus Partition Manager (8,81MB) [Alternatif]
Copot harddisk Anda dari PC yang sedang terkena musibah dan pasang
di PC lain yang sehat dengan konektor USB atau pasang di rak harddisk
dengan posisi sebagai Slave.
Pastikan Anda memilih “Check the disk for errors”, BUKAN untuk
melakukan recovery bad sector. Langkah ini akan memastikan file sistem
Anda lengkap dan bekerja dengan baik. Jika partisi Anda dibaca sebagai
RAW, Easeus akan memperbaiki partisi serta file system dan mengembalikan
pengaturannya ke posisi semula. Program ini juga membantu memperbaiki
gejala kesalahan proses booting dan restart yang tidak prosedural.
Semoga bermanfaat
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar